Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 19 Desember 2012


Time Pilih Obama Sebagai "Person of the Year 2012"

Presiden AS Barack Obama (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memilih sebagai "Person of the Year" 2012. Obama dianggap sebagai simbol dari perubahan baru di Amerika.

"Amerika saat ini berada ditengah perubahan budaya dan demografis. Obama menjadi simbol dan di beberapa hal menjadi arsitek dari Amerika yang baru ini," ujar editor Majalah 
Time Rick Stengel, seperti dikutip NBC, Kamis (20/12/2012).
Time menyebutkan, perubahan demografis di Amerika tidak hanya terjadi saat Pemilu Presiden 2008, dimana Obama saat berhasil membawa kalangan muda yang lebih beragam, memberikan suaranya. Pada 2008, suara warga kulit hitam sejajar dengan suara dari warga kulit putih AS. Ini adalah yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah AS..

Selain itu, Obama juga berhasil mendapatkan dukungan kuat dari warga Hispanik yang ada di Amerika. Semua hal tersebut kembali diulanginya pada Pilpres 2012, bahkan bukan di negara bagian yang dianggap tidak terlalu besar perolehan suaranya.

Pada pilpres tahun ini, Obama mendapatkan dukungan lagi suara-suara yang memilihnya pada 2008 silam. 70 persen warga hispanik memilihnya, begitu juga dengan 93 persen warga kulit hitam, ditambah 73 persen warga Asia dan 60 persen warga yang usianya di bawah 30 tahun.

Tahun ini, 
Time juga menyebutkan beberapa nama lain yang ada di bawah Obama. Remaja berusia 14 tahun asal Pakistan, Malala Yuosufzai berada di peringkat kedua. Nama Malala menjadi terkenal setelah dirinya hampir saja tewas ditembak oleh kelompok Taliban, karena menuntut hak yang sama dengan laki-laki, khususnya untuk mendapatkan pendidikan.

Malala berhasil diselamatkan setelah menjalani perawatan di Inggris. Dirinya kini dianggap sebagai pahlawan bagi perempuan-perempuan yang menuntut persamaan hak di Pakistan.

Selain itu, T
ime juga memilih beberapa nama lain di peringkat dua ini. Nama-nama itu antara lain, Presiden Mesir Mohammad Morsi, CEO Apple Tim Cook dan ahli fisika Italia Fabiola Giannati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar